Agrowisata Pagilaran Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lokal


Lensaloka.com, Batang – Agrowisata Pagilaran menjadi salah satu destinasi alam yang berlokasi di Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Destinasi ini membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Sebagian besar pedagang berasal dari daerah setempat. 


Sinta adalah seorang pedagang asli Pagilaran yang berjualan bakso dan makanan ringan sejak tahun 2003. Setiap hari ia berjualan hingga salat Ashar tiba. Sedangkan pada Minggu, ia akan berjualan hingga Maghrib.


“Saya sudah berjualan di sini sejak tahun 2003. Pada awalnya berjualan di daerah dekat pabrik, namun sekitar 5 tahun yang lalu pindah ke kawasan kebun teh. Sejak pandemi muncul, Pagilaran sepi dan pendapatan menurun. Namun, setelah new normal pengunjung mulai ramai berdatangan,” tutur Santi saat diwawancarai tim lensalokal.com pada Selasa (9/11). 


Sama halnya yang diungkapkan oleh Wasir, pedagang mie ayam, bakso dan makanan ringan di kawasan agrowisata Pagilaran. “Sejak tahun 2012, saya sudah berjualan di sini. Adapun saya berjualan mie ayam, bakso dan makanan ringan. Saat Hari Minggu dan tanggal merah, saya juga menjual gorengan,” jelas Wasir pada Selasa (9/11). 


Pagilaran menjadi destinasi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan setempat. Selain itu, pemerintah juga memanfaatkan Pagilaran dalam memberdayakan masyarakatnya. Pasalnya, masyarakat lokal diperbolehkan dan diberikan ijin ketika ingin membangun sebuah wahana. 


“Masyarakat Pagilaran sebenarnya diberikan kemudahan dalam soal perijinan pembangunan wahana jika memang mempunyai modal. Sebelumnya di Pagilaran terdapat kebun binatang namun sudah ditutup sekitar 5 tahun yang lalu. Ada pun wacana dalam pembagunan teater dibatalkan akibat pemborong yang mengurusinya meninggal,” tambah Wasir. 


Selain ada kebun binatang dan kolam renang. Pagilaran menawarkan banyak wahana yang menjadi daya tarik pengunjung masyarakat Batang dan sekitarnya. Seperti flying fox, bebek air, jembatan gantung, dan spot foto yang instagramable.


“Di Pagilaran ada banyak wahana, seperti flying fox, bebek air, jembatan gantung dan spot foto yang instagramable. Namun sebenarnya di Pagilaran perlu dilakukan inovasi agar lebih banyak menarik minat pengunjung di Kabupaten Batang dan sekitarnya,” pungkas Gestin Alifa, salah satu pengunjung Pagilaran asal Desa Pujut. 



Penulis : Mafriha Azida 1901026140

Editor : Desty Ayuning Tyas 1901026147

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama