Fadilah Salawat Dalam Kehidupan Umat Muslim

Lensalokal.com, Pujut – Pengajian umum dan Haul Akbar Syekh Abdul Qadir Jailani ke-882, K.H Muhammad Mawardi ke-36, K.H. Mufti Mawardi ke-12 diikuti oleh seluruh masyarakat Desa Pujut dan sekitarnya. Pengajian ini menghadirkan K.H. Arja Imroni dari Semarang pada Minggu (14/11) atau tepatnya 9 Robiuts Tsani 1443 H di Masjid Al-Muttaqin Desa Pujut. Selain itu, haul ini juga dimeriahkan oleh Simtud duror Al-Mahabbah Rijalul Ansor PAC GP Ansor Kecamatan Tersono.

K.H Arja Imroni memberikan mauidhoh hasanahnya berkenaan dengan urgensi membaca salawat dalam kehidupan sehari-hari. “Salawat itu penting. Menurut Imam Syarqawi bahwa keberkahan membaca salawat hingga sebanyak 300.000 halaman,” tutur Arja.

Menurut Arja dalam Kitab Kifayatul Atqiya menerangkan bahwa setengah dari berkahnya salawat tidak dapat dihitung. Allah SWT pun senantiasa memerintahkan makhluk-Nya untuk bersalawat. Karena dengan membaca salawat, hati kita akan bersinar.

“Bukan Nabi Muhammad SAW yang membutuhkan kita, namun sebaliknya. Kita butuh berkahnya Allah SWT yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Bahkan Allah SWT memerintahkan kita untuk bersalawat kepadanya,” jelasnya.

Kemanfaatan salawat akan kita rasakan. Sekali kita membaca salawat akan diberikan Allah SWT 10 rahmat. “Dawuh Sayyid Ahmad Zaeni Bin Dahlan, salawat itu menjadi wiridan yang tanpa ijazah dan boleh diamalkan dalam bentuk apa saja. Tidak ada namanya overdosis dalam bersalawat. Salawat menjadi amalan yang sederhana, namun fadilahnya begitu luar biasa. Salawat menjadi salah satu penyebab dibukanya pintu rezeki. Selain itu, dengan melanggengkan bersalawat kita juga akan mendapatkan magfirah atau ampunan dari Allah SWT yang diterangkan pula dalam Kitab Abwabul Faraj karya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki al-Hasani,” pungkas Arja Imroni.


Reporter : Mafriha Azida 1901026140
Editor : Desty Ayuning Tyas 1901026147

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama